Biografi Burhan Hartino – disini aku ingin mengisahkan perjalanan dan data lengkap diri saya, sebagai seorang penjelajah banyak tempat. Lahir pada 15 Februari 1995 di Gorontalo, Indonesia anak dari kedua pasangan yang bekerja sebagai Dokter Umum. Pada usia yang ke-25 ini aku memustuskan untuk pensiun dari petualangan panjang nan telah saya lakukan selama 10 tahuh.

Sejak usia 15 tahun aku sudah bersekolah diluar negeri, aku menyelesaikan pendidikan Secondary School di Malyasia, High School di Singapura, dan pendidikan terakhir ketika memasuki University orang tua saya memilih untuk mengirim diriku ke Australia. Sejak masih masa sekolah serta menjadi mahasiswa, libur semester tidak pernah pulang kerumah.

Namun saya lebih banyak menghabiskan waktu berpetualang kebergai negara, orangtua ku mendanai akomodasi ini. Mereka mendukung kegiatan ini dengan tujuan agar aku dapat belajar secara natural mengenai berbagai budaya, karakter & banyak bahasa. Yang suatu saat bakal berguna dimasa depan, banyak negara menjadi kisah baik bagiku.

Biografi Burhan Hartino Penjelajah Banyak Negara

  • Malaysia

Disini aku banyak sekali mendapatkan banyak pembelajaran, kesamaan antara orang Melayu & Indonesia dimana tidak jauh berbeda. Ketika tinggal dan bersekolah disana aku telah belajar 2 bahasa baru Hindi & Arab, sebab disana banyak keturunan bangsa India & Arab dan aku beteman baik. Sehingga dari mereka lah diriku bisa belajar dan bicara dengan baik (Speaking like it’s my Mother Tongue).

Di Malaysia juga saya sempat menikmati permainan yang ada di casino, Genting Highland. Disana terdapat banyak permainan seru, tidak kalah serunya dari situs judi slot online terbaik di Indonesia. Kamu boleh coba kesana untuk dapatkan keseruan yang mirip sama game slot online terbaru disana.

  • Singapura

Negara ini menjadikan saya seutuhya belajar bahasa baru dengan mudah, karena Mandarin disini menjadi Main Language or Official Language. Kemana saja saya mau pergi, ingin pesan makan / ke toilet umum / berbelanja ke mall dan lain sebagainya bakal menjadi mudah bagi aku sebab menguasai secara baik bahasa Mandarin. Memang disana juga ada Inggris orang Singapura, namun ketika kamu lebih bisa pake bahasa Mandirin akan menjadi jauh lebih akrab dengan penduduk lokalnya.

  • Australia

Nah disini aku lebih banyak belajar, bukan cuma mendapat 3 bahasa baru (Inggris Aussie, Māori, & Spanyol) namun cara berbisnis yang baik. Aku mendapatkan semakin banyak teman dari berbagai manca negara, sehingga membuka peluang bisnis atara kami menjadi lebih terbuka. Pada usia ke-25 sekarang ini diriku sedang sibuk & fokus terhadap perkembangan sebuah perusahaan kayu & karet.