Bisnis Pulsa dan Loket Pembayaran Tagihan Online


Peluang Usaha!!! Bisnis Jual Pulsa Murah All Operator & Multi Payment Nasional. Buka Loket Pembayaran Tagihan Online PPOB Semakin Mudah, Cepat dan Gratis. Tersedia produk isi ulang pulsa murah nasional elektrik terlengkap kartu ponsel prabayar all operator (GSM,CDMA), token listrik PLN prabayar, paket data internet, voucher game, tv online dan pembayaran tagihan bulanan seperti: listrik, PAM, Bpjs kesehatan, Bpjs ketenagakerjaan, Speedy, Kartu Halo, pembayaran cicilan kredit motor dll.

TopPulsa Kalimantan Pulsa murah Nasional Multi Payment, Sinka, Ear, Goldlink,Market Jual Beli token,tv online,bayar Bpjs kesehatan,naker

Server pulsa murah dan PPOB Eraautorefill, dilengkapi fasilitas untuk membayar berbagai macam tagihan online, lebih dikenal disebut Loket PPOB (Payment Point Online Bank) support webreport. Dengan sistem koneksi berbasis sms gateway dan internet yang cepat, akurat, aman, handal, lancar, dan terpercaya.Dengan menggunakan sistem ini maysarakat/ konsumen anda, akan semakin mudah untuk membayar berbagai macam tagihan online, kapan dan dimana pun.

Kami menawarkan Kesempatan bagi Anda yang ingin membuka/ mendirikan Loket Pembayaran online nasional untuk bergabung dengan kami. Transaksi yang bisa dilakukan meliputi:

- Pembelian Isi Ulang Pulsa All Operator
- Pembelian Token/ Pulsa Listrik prabayar
- Pembelian Paket Data Internet
- Pembelian Tiket Kereta Api.
- Pembayaran Listrik PLN Bulanan/ Pascabayar.
- Pembayaran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan
- Pembayaran Speedy Telkom.
- Pembayaran Telepon Rumah.
-Pembayaran Cicilan Kendaraan bermotor (FIF,ADIRA,BAF,MAF,WOM, OTO).
-Pembayaran PDAM/ PAM.Pembayaran Kartu Pascabayar Telkomsel/ Halo.- Pembayaran Indovision, Telkom vision, Aora TV, BIG TV.

RAIH KESUKSESAN ANDA,SEGERA MENDAFTAR DAN BERGABUNG DENGAN KAMI!



Penerapan, SMS Berbasis Biaya Untuk Interkoneksi

Penerapan, SMS Berbasis Biaya Untuk Interkoneksi.(Pikiran-Rakyat)-Jakarta,.- Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menerapkan SMS berbasis biaya, yang sebelumnya menggunakan Sender Keep All (SKA). Penerapan ini akan dilakukan oleh para penyelenggara telekomunikasi yang menyediakan short message service.
Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto, besaran biaya terminasi Rp 23 per SMS, yang merupakan biaya yang harus dibayarkan oleh penyelenggara yang mengirim SMS kepada penyelenggara yang menerima SMS, sebagai hak penyelenggara yang menerimanya, dalam menyalurkan trafik SMS tersebut kepada penggunanya.
"Angka Rp23 per SMS merupakan hasil perhitungan biaya interkoneksi SMS pada tahun 2010 yang dilakukan oleh konsultan independen yang membantu Kementerian Kominfo dan BRTI," kata Gatot di Jakarta, Kamis (31/5/12).

Menurut Gatot, perhitungan biaya interkoneksi yang dilakukan dengan menggunakan formula perhitungan forwad looking long run incremental cost bottom up (FL-LRIC BU). Model tersebut sesuai yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Kominfo Nomor 8/2006. "Model perhitungan ini juga digunakan oleh negara-negara lain di dunia," ujar Gatot.
Selain itu, lanjut Gatot, hasil perhitungan biaya terminasi SMS pada 2010 yaitu Rp23 per SMS, merupakan batas atas bagi penyelenggara yang dikategorikan penyelenggara jaringan dengan pendapatan usaha (operating revenue) jaringan dalam segmentasi layanannya, atau dikenal dengan istilah domain. Dengan penyelenggara adalah PT Telkom dan PT Telkomsel. Namun, kompetisi dalam industri membentuk angka Rp23 per SMS menjadi angka referensi terminasi SMS yang digunakan dalam berinterkoneksi antar penyelenggara.
Lebih lanjut dijelaskan Gatot, biaya terminasi SMS yang merupakan biaya dari penggunaan jaringan telekomunikasi adalah salah satu komponen dari tarif retail yang dikenakan penyelenggara kepada pengguna. Komponen lainnya adalah biaya aktifitas retail, seperti promosi, marketing dan sebagainya, serta margin keuntungan yang diambil oleh penyelenggara.
Ia mencontohkan, apabila penyelenggara X menggunakan tarif Rp150 per SMS kepada penggunanya, misal si A, maka penyelenggara tersebut akan membayar Rp23 per SMS kepada penyelenggara tujuan SMS, misalnya penyelenggara Y, untuk menyalurkan trafik mendapat Rp127 per SMS, yang di dalamnya terdapat komponen Retail Service Activity Cost (RSAC) misalnya Rp50 per SMS dan keuntungan misal Rp54 per SMS.
"Kebijakan Kemenkominfo ini bertujuan memberikan keadilan bagi industri, tepatnya bagi penyelenggara yang jaringannya digunakan untuk menyalurkan trafik SMS sehingga iklim kompetisi industri telekomunikasi dapat menjadi lebih baik. Kebijakan ini juga diharapkan akan dapat mengurangi SMS yang tidak diinginkan (Spam) dan penipuan lewat SMS yang selama ini telah banyak merugikan masyarakat," tandas Gatot.
Dia menambahkan apabila ada penyelenggara yang akan menaikkan tarif retailnya, maka itu menjadi strategi bisnis mereka. Namun pemerintah akan terus mengevaluasi tarif retail yang diberlakukan penyelenggara. (kominfo/A-88)***